Saturday, June 7, 2014

In The Beginning

The Lord torn a little bit of Himself
He created my heart
So that I know
I belong to Him and He belongs to me

The Lord torn a little bit of Himself
He created my soul
So that I know
The being of my beginning and my end

The Lord torn a little bit of Himself
He created my intelligence
So that I know
What comes from Him should come to Him

The Lord torn a little bit of Himself
He created my personality
So that I know
He is good and so am I

The Lord torn a little bit of Himself
He created my strength
So that I know
All-mighty  means All-giving

The Lord torn a little bit of Himself
He created my life
So that I know
I am forever loved

The Lord torn a little bit of Himself
He created you
So that I know
You are as precious as I am

The Lord torn His self
He incarnated as one of us
So that we all know
He dwells in us and we in Him

~A Thanksgiving in the Monastery~


Each day when we get up in the morning,
do we thank God for this life, as another opportunity to renew our life in His love begins?

When we say "Lord, open my lips...", do we give thanks for the ability to converse with Him?

When we start our daily manual work, do we give thanks for His strength in us which keeps the world rotating naturally; that He considers us to be His co-worker in His work of salvation?

As we stop at midday, do we give thanks for what we have achieved so far before once again asking for His blessings for our continuation?

At meal time, do we give thanks to the Lord, by giving a smile, at least a short and small one, to the sister who served us, everything we receive or refuse whatever she offers or gives?

Similarly, do we give thanks to the Lord, for the honour of serving others, by serving them with warm love, calm patience and humble attention?

And how do we give thanks to the Lord in the evening? By giving Him a little bit more time in silence, as to hear Him saying "Thank you, for all that you have done!"

Yes, truly! Even the Lord says "Thank you" for our efforts, which is unworthy at all without His divine providence, yet He kept giving us more than what we can ask for. He does so because He is The Source of Thanksgiving.

And at the end of the day, have we tried our best to make our "thank You" an honest, pure, wholehearted and whole minded prayer?

Praise to You o Lord, Source of Thanksgiving.
In You our thanks be raised. In You we give all the love that You have grant us. Teach us o Lord to have a thankful heart and live-giving spirit which will bring us closer in unity with You.

We ask this through Christ, our Lord...

@Brownshill, 26.05.14

Wednesday, April 23, 2014

Emaus



Kleopas berjalan bersama seorang lain, mungkin kamu, mungkin aku. Sama-sama berjalan dalam dunia yang serba tak pasti, membuat kita selalu rindu untuk 'pulang' ke zona nyaman dalam hidup. Dalam pelarian kita dari realita, Sang Kristus selalu hadir dan memenuhi apa yang kurang.
IA memenuhi kerinduan spiritual kita. IA hadir dalam Sabda-sabda-Nya yang selalu memberitahukan siapa Dia, siapa kamu dan siapa aku.
IA memenuhi kerinduan sosial kita. IA hadir sebagai orang asing atau orang yang kita asingkan.
IA memenuhi kerinduan jasmani kita. IA memecah lagi roti untuk mengenyangkan kita.
IA memenuhi batin kita. IA bersedia tinggal sejenak untuk menemani dan men-support kita ketika malam melawat.

Dimanakah kita sekarang? Masih menuju Emaus atau beranjak kembali ke Yerusalem?

Sunday, April 13, 2014

~Arak-arakan~



Hosana disorak
Sang Raja diarak
Siapakah Dia?
Mengapa yang diarak berwajah sedih?

Arak-arakan apakah ini?
Beritahukan padaku!

Saturday, October 12, 2013

Tuhan, Berilah Aku Hati Seorang Novis

Tuhan,
berilah aku hati seorang novis
yang selalu rindu untuk hidup bagi-Mu
berilah aku semangat seorang novis
yang selalu menggebu untuk melayani-Mu
berilah aku kesalehan seorang novis
yang senantiasa tekun berdoa dan takut berdosa
berilah aku kesederhanaan seorang novis
yang selalu malu bila berkelimpahan
berilah aku kerendahan hati seorang novis
yang selalu lebih dahulu mengucapkan 'terima kasih' dan 'maaf'
berilah aku mimpi seorang novis
yang tak sabar menanti hari untuk mengucapkan kaul

Tuhan,
perbaruilah diriku
agar aku menghadapi hari ini
seperti hari pertamaku di Novisiat.


Lord, Grant Me The Heart of a Novice

Lord,
grant me a heart of a novice
which longs always to live for You

Grant me the spirit of a novice
which zealously always serving You

Grant me the piety of a novice
which fervently prays and fear to sin

Grant me the modesty of a novice
which is always ashamed of abundance

Grant me the humility of a novice
which always seeking to be the first to say 'thank you' and 'sorry'

Grant me the hope of a novice
which can't wait to say the words on the day of his profession

Lord,
renew my life today
as if this is my first day as a novice


Wednesday, August 28, 2013

In The Beginning

The Lord torn a little bit of Himself
He created my heart
So that I know
I belong to Him and He belongs to me

The Lord torn a little bit of Himself
He created my soul
So that I know
The being of my beginning and my end

The Lord torn a little bit of Himself
He created my intelligence
So that I know
What comes from Him should come to Him

The Lord torn a little bit of Himself
He created my personality
So that I know
He is good and so am I

The Lord torn a little bit of Himself
He created my strength
So that I know
All-mighty  means All-giving

The Lord torn a little bit of Himself
He created my life
So that I know
I am forever loved

The Lord torn a little bit of Himself
He created you
So that I know
You are as precious as I am

The Lord torn His self
He incarnated as one of us
So that we all know
He dwells in us and we in Him

Tuesday, July 9, 2013

Zen


We breathe, one at a time
We swallow, one at a time
We step, one at a time
We utter, one at a time
We think, one at a time
We feel, one at a time

Yet, we often let ourselves down
Wanting everything at once done
Forgotten that The Lord Himself
Created the universe
One at a time
Ning, 080713

Monday, July 1, 2013

Ketika Aku Berusaha Mati-matian

(Untuk teman-temanku yang sedang mengalami tantangan hidup)

Dari jurang yang dalam
aku menengadahkan kepalaku
mengangkat tanganku
meregangkan tulang dan sendiku
menjinjitkan kakiku
berusaha mati-matian untuk meraih Engkau  
supaya bisa keluar dari jurang ini

Ketika aku merasa sudah berusaha mati-matian
aku menemukan Engkau berada di tepi atas jurang yang dalam ini

Menundukkan kepalaMu ke dalam kegelapan jurang
Merebahkan dada dan hatiMu sampai ke tanah
Menjulurkan tanganMu untuk menggapai lebih dari ujung jemariku
Meregangkan seluruh tubuh dan nyawaMu di tepi jurang
Berusaha sampai mati
Supaya aku bisa keluar dari jurang ini

aku berjuang mati-matian untuk menyelamatkan hidupku
Allahku berjuang sampai mati untuk menyelamatkan hidupku

Allah tidak egois, pesimis apalagi apatis
Ia berjuang dan berusaha bersama kita
bahkan lebih banyak dari yang kita sangka

317010

Monday, June 24, 2013

Kerinduan Orang Muda

Akan ada saatnya dimana orang muda menyadari
Bahwa gemerlapnya dunia adalah kegelapan
Segala kemilau membutakan mata
Terang yang bijaksana dirindukan

Akan ada saatnya dimana orang muda menyadari
Bahwa hingar-bingar dunia memecahkan gendang telinga jiwa
Segala bebunyian adalah kesunyian
Keheningan dirindukan

Akan ada saatnya dimana orang muda menyadari
Bahwa segala rasa yang dibumbui dunia
Tidak mampu diolah-nikmati
Yang tawar dirindukan

Akan ada waktunya dimana orang muda menyadari
Bahwa keanekaragaman pilihan justru membawa pada pilihan tunggal
Jalan buntu yang tak berujung pangkal
Yang sederhana dirindukan

Akan ada waktunya orang muda menyadari
Bahwa popularitas tidak membantu
Justru mengganggu
Ketersembunyiaan dirindukan

Akan ada waktunya orang muda menyadari
Bahwa prestasi dan keberhasilan adalah hampa
Kebanggaan yang membebani
Laku tapa dan mati raga dirindukan

Akan ada masanya dimana orang muda menyadari
Bahwa hidup untuk diri sendiri dan dunia adalah kesia-siaan
Bahwa segala kerinduan adalah kekosongan
Tuhan dirindukan !

Hyn, June 23 13

Sunday, June 2, 2013

Allah yang Sederhana





Allah adalah kasih

Kasih menyederhanakan diri dalam Sabda

Sabda menyederhanakan diri dalam Tubuh dan Darah

Tubuh dan Darah menyederhanakan diri dalam Roti dan Anggur


Allah yang Mahakompleks tidak ingin mempersulit kita untuk memahamiNya, maka Ia menyederhanakan DiriNya.

Masih kurang baikkah Allah kepada kita?


HR Tubuh dan Darah Kristus
020613

Thursday, April 25, 2013

Allah yang Tak Putus Asa

Mengapa kita berhenti
Memperbaiki diri

Karna merasa tak berarti
Inginnya ambil belati
Lenyapkan hidup ini

Padahal Allah yang Mahatinggi
Tak jemu merenovasi
Meski kita sendiri yang merusaki

Tuesday, February 12, 2013

_+_


Tuhan,

ajarilah kami mengasihi para Imam dengan semestinya
tak sampai kekurangan namun juga tak berlebihan


Ajarilah kami untuk mencintai mereka 
sebagaimana Engkau mencintai kami
menghargai Imamat Ilahinya
sambil tetap memahami hasrat manusiawinya 

Ajarilah kami untuk menjadi umat yang baik bagi mereka
Rela dituntun tatkala mereka kuat
Rela menuntun dikala mereka lemah 

Ajarilah kami untuk tidak segera menghakimi ketika mereka salah
tapi berani menegur tegas sambil tetap merengkuh penuh kasih 

Semoga kami giat menjaga mereka
karena yang gembala adalah juga domba 

Semoga kami menjadi teman dalam perziarahan mereka
bukan pengacau dalam perjuangan kudusnya 

Semoga kami menjadi umat yang baik dan tahu diri
tak mudah menyakiti Imamnya
tapi lebih banyak bersyukur dan mendoakannya

*****
Rabu Abu 2013
setelah mendengar kabar mundurnya satu Imam (lagi)

Friday, November 23, 2012

Pemuda Tiga Puluh Tahun



Subuh…
Kabut tertidur dipeluk embun
Pemuda, tigapuluh tahun, mendorong pintu yang besar
Terburai masuk angin subuh nan dingin.
Gemetar tubuh menyapa pagi
Tarikan nafas panjang menyambut

Mata teduh dan bening terjaga
Kini menatap pada jalan yang membentang
Entah dimana letak ujungnya
Namun haruslah jalan itu yang disusuri

Pemuda tiga puluh
Diam dalam kontemplasi agung
Refleksi hidup lampau telah sampai pada titik akhirnya
Kini saatnya blak-blakan memulai hidup

"Emh…,"
Gelisah mulai menggelayut Manusia Muda
Apa nanti kata tetangga
Tiga puluh tahun tinggal bersama Bunda
Tak malu, tak merantau, tak berumah tangga
Pasti manja, mudah putus asa, tak berguna

Mata bening meredup
Demikianlah adanya hidup
Penuh persepsi dan spekulasi
Lupa bahwa cinta kasih juga berkuasa

Angin subuh meniup kesadaran
Pemuda tiga puluh tahun menatap kembali
Bentang jalan yang merentang di depan
Kali ini alas berbatu lebih kemilau
Dihiasi embun-embun yang mencari tempat berpaut

Langit membiru tanpa terburu
Nafas yang semakin jernih terhembus
Seolah memanggil segenap nyali
Yang selama ini belum teruji

“Bu,… pamit!” lirih suara yang menggema

“Fiat!” tegas namun lembut ucap Sang Ibu

Ada harapan dan resiko yang terbentang di depan
Menanti pemuda tiga puluh tahun
Berkawan dan berkarya bersama hidup
Ilahi dan manusiawi
Padang gurun, padang rumput
Bukit mulia, bukit derita
Taman maut, taman agung
Semua punya cerita yang menanti dikisahkan

Mengapa harus ragu
Toh semuanya tahu
Waktu takkan menunggu
Saatnya jadi tamu
Mengakhiri pembelajaran
Mengawali karya keselamatan

Selangkah demi selangkah
Kaki mulai merajut jejaknya
Keluar
Menanggapi langit yang semakin memutih
Tanah yang semakin memerah

Pemuda tiga puluh tahun
Baru saja memulai hidupNya

=======================
Bersama Dia kumasuki jatah tahun hidup ke tigapuluh satu

padepokan GiNu
5.23.11.23.27

Sunday, September 23, 2012

A Tribute to Padre Pio


Padre Pio,
Pinjamkanlah aku hatimu yang penuh kasih untuk mencintai Allah Bapa
seperti engkau mencintai-Nya
Pinjamkanlah aku kerendahan hatimu untuk menderita bersama Allah Putera
seperti engkau menderita bersama-Nya
Pinjamkanlah aku ketenangan hatimu untuk mendengarkan Allah Roh Kudus
seperti engkau mendengarkan suara-Nya

Padre Pio,
Pinjamkanlah aku matamu, yang tajam menatap dosa
namun lembut terhadap si pendosa
Pinjamkanlah aku matamu, yang memandang hosti bak permata
percaya Kristus yang bertahta
Pinjamkan aku matamu yang melihat Sang Tersalib
duka karena menderita, bahagia karena dicinta

Padre Pio,
pinjamkan aku senyummu, yang tabah dalam luka terbuka
pinjamkan aku telingamu, yang sabar mendengarkan pinta
pinjamkan aku semangatmu, yang tak surut disulut coba
pinjamkan aku doamu, yang mengantarku ke Surga


==========================================

Padre Pio,
Lend us thy heart full of love, to love God the Father
as you have loved him
Lend us thy heart so humble, to suffer with God the Son
as you have suffered with him
lend us thy heart most still, to listen to the Holy Spirit
as you have listened to His voice

Padre Pio,
lend us thy eyes, so sharp to stare sins
but gently against the sinner
lend us thy eyes, which gaze the Holy Host so precious
believing that it is Christ who reigns in gracious
lend us thy eyes to see The One Crucified
grief of suffering, grateful of love

Padre Pio,
lend me thy smile, which is steadfast in pierced wounds
lend me thy ears, which patiently listened to plead
lend me thy spirit, which sparked unabated by trials
lend me thy prayers, which leads me to Heaven

xxiii.ix.xii.xx.xxxviii

Sunday, August 12, 2012

Soliloquy - Tinggal Diam dalam Allah


Kekuatanmu yang sebenarnya muncul
ketika engkau hanya seorang diri bersama-Nya

Bagaimana engkau berdiam diri
Bagaimana engkau bertahan

Bagaimana engkau tak mengeluh
Bagaimana engkau tak mengharapkan apapun

Bagaimana engkau tetap setia
Bagaimana engkau tetap mencintai

Sudi berjuang dalam keheninganmu
karena tahu bahwa kekuatanmu
adalah tinggal diam di dalam Allah


21 August 2012

Tuesday, May 1, 2012

Satu Mei

kolaborasi nan indah di satu Mei
Sang Bunda Perawan berjumpa Sang Pekerja Sahaja di tepi bulan bermasa Paska